Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Monday, August 13, 2012

Terowongan Wilhelmina

Terowongan Wilhelmina merupakan terowongan kereta api terpanjang di Indonesia. Terowongan ini memiliki panjang 1.208 meter dan dibangun untuk mendukung jalur kereta api rute Banjar - Pangandaran - Cijulang (82 km). Terowongan ini menembus bukit kapur di bawah Desa Empak dan Bagolo di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.Kabupaten Ciamis, Propinsi Jawa Barat.

Terowongan Wilhelmina dibangun oleh perusahaan kereta api SS (Staats Spoorwegen) dan dibangun pada tahun 1914 serta mulai digunakan pada 1 Januari 1921. Namun terowongan ini kemudian menjadi non aktif seiring ditutupnya jalur kereta api rute Banjar - Cijulang (82 km) pada 3 Pebruari 1981 karena mahalnya biaya operasional dan sedikitnya pemasukan dari para penumpang kereta api.

Nama terowongan diambil dari nama ratu dari Kerajaan Belanda yang memiliki nama lengkap Wilhelmina Helena Pauline Maria. Wilhelmina menjadi Ratu Kerajaan Belanda dari tahun 1890 hingga 1948. Oleh masyarakat setempat, terowongan Wilhelmina sering disebut dengan terowongan Sumber.



Terowongan Wilhelmina

Terowongan Wilhelmina

Namun, jalur kereta api ini sudah ditutup sejak 30 tahun yang lalu. Sejak itu, terowongan ini sudah tidak pernah digunakan lagi.
Keadaan terowongan itu kini sangat memprihatinkan. Rel-rel besi banyak yang sudah raib. Bahkan, sepanjang jalur kereta kini sudah berubah menjadi kebun kayu albasia.

Padahal, kalau terowongan ini dirawat dengan baik, banyak turis akan datang mengagumi terowongan ini.
“Dulu waktu terowongan masih bersih, banyak turis Belanda dan Jepang ke sini menyusuri terowongan ini,”

Terowongan Wilhemina sangat lurus dan panjang. Dari ujung terowongan satu, kita bisa melihat ujung terowongan yang lain, berupa setitik cahaya.

Untuk menyusuri terowongan ini, biasanya dilakukan dari sebelah timur. Disarankan  untuk tidak lupa membawa senter. Soalnya di dalam terowongan gelap gulita. Dan sesekali terdengar suara kelelawar di langit-langit terowongan. Lumayan menyeramkan juga.

Di dalam terowongan, kita akan menemukan lubang-lubang  penyelamat yang terdapat pada dinding kiri dan kanan terowongan. Dulu, lubang-lubang tersebut digunakan oleh petugas jalur kereta untuk berlindung saat kereta lewat. Keseluruhannya terdapat 22 lubang.

Terowongan ini adalah hasil kerja keras nenek moyang kita yang harusnya dapat kita jaga dan pelihara dengan baik. Sungguh sangat disayangkan sekali kalau karya besar nenek moyang kita berupa terowongan ini kini dibiarkan begitu saja dan tidak ada yang peduli.

Padahal kalau dimanfaatkan untuk pariwisata, pemandangan di sini sangat bagus. Dari ujung terowongan sebelah barat, terlihat pemandangan yang sangat indah. Jembatan kereta api layang Ciseel (Jembatan Cikacepit) yang melintas di atas lembah. Juga pemandangan menakjubkan muara Sungai Citanduy di Segara Anakan dengan latar Pulau Nusakambangan. Indaah sekali.

Jempatan Cikacepit Sungguh mahakarya yang sangat mengagumkan, jembatan seolah-olah menggantung di awang-awang. Jembatan Cikacepit ini mempunyai panjang ±1.250 m dengan lebar 1.70 m dengan tinggi dari permukaan tanah sekitar 100 m tanpa pelindung dikiri kanan jembatan. Pelindung buat orang yang kebetulan nyebrang justru adanya di bawah, sehingga orang harus meniti tangga dulu.

jembatan cikacepit

Jembatan Cikacepit yang tinggi menjulang di atas lembah. Semua rel besi sudah hilang.

Sejak dulu, jalur kereta api di daerah Kalipucang memang sangat menarik bagi turis. Pemandangannya sangat khas. Perpaduan lembah dan bukit-bukit karang, alam liar hutan jati, dan hamparan pantai laut selatan di kejauhan. Selain melewati terowongan, jalur kereta api juga melewati beberapa jembatan layang yang tinggi dan panjang.

Pembangunan jalur kerata api ini menyisakan kisah-kisah seru dan menyedihkan. Konon, pada tahun 1916, penggalian terowongan dan jembatan di daerah ini sempat terhenti karena tidak ada tenaga ahli yang mau bekerja di tempat ini.

Alasannya, selain medannya sulit, banyak pekerja meninggal karena sakit. Namun, perusahaan kereta api Belanda terus berusaha menyelesaikan pembanguana jalur ini. Sebab, jalur ini sangat penting untuk mengangkut hasil bumi berupa kopra yang berlimpah di daerah ini.
Peninggalan bersejarah yang tak ternilai harganya itu kini terlantar. Mestinya, kita semua malu karena ternyata kita tidak bisa menjaga warisan sejarah itu.(Sumber : kidnesia.com)

Ilmuwan ciptakan robot cacing tanah



Sejumlah ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Harvard University, dan Seoul National University menciptakan robot lunak yang berbentuk cacing tanah.

Robot otonom yang mampu melakukan gerak peristaltik dan merayap di seluruh permukaan dengan menngkontraksikan bagian tubuhnya itu dibentuk dari materi lembut dan elastis. Ketika dipukul dengan palu, robot itu tetap mampu bergerak tanpa kerusakan.

Dalam situs resmi MIT, Asisten profesor jurusan Teknik Mesin MIT, Sangbae Kim dan Harold E. Edgerton, mengatakan robot seperti itu berguna untuk menunjukkan arah di medan kasar atau menyempit di ruang sempit.

Robot yang dinamai "Meshworm" (cacing jala) itu dibuat dari rangkaian kabel nikel dan titanium sebagai otot artifisial yang mampu membentang dan tahan panas.

Para peneliti melilitkan kabel di sekitar tabung pembuluh dan membuat segmen-segmen di sekujur tubuh robot sehingga serupa cacing. Mekanisme gerak robot cacing itu dapat dilihat di video yang disediakan peneliti MIT.

"Anda dapat melemparnya dan (robot) itu tidak akan rusak. Bagian mesin pada umumnya kaku dan rapuh pada goncangan kecil, tapi bagian-bagian Meshworm semuanya berserat dan fleksibel...kami mulai menunjukkan sebagian kemampuan perubahan tubuh," kata Kim.

(Sumber : Antara news)

Bus Werkudara - Bus tingkat kebanggaan Solo






Bus Tingkat Werkudara Kota Solo saat ini sudah mempunyai Bus Tingkat Wisata. Desain bus tersebut berwarna merah dan dilengkapi tempat duduk yang nyaman. Ketinggiannya mencapai 4,5 meter dengan lebar layaknya bus pada umumnya, yakni sekitar 2,5 meter. Bus tingkat ini hanya ditawarkan kepada wisatawan yang ingin berkeliling Solo.Lokasi yang bisa dituju, antara lain Keraton Surakarta, Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Mangkunegaran, Museum Radya Pustakan dan sejumlah tempat lainnya. Bus tingkat dapat mengantar wisatawan sesuai keinginannya. Bus tingkat wisata yang bertujuan untuk menarik wisatawan telah dioperasikan mulai 20 Februari 2011. Selain itu, bus tingkat ini juga berfungsi untuk mengenang masa lalu karena dapat diketahui keberadaan bus tingkat masih populer. Dulu bus tingkat adalah bus reguler, kalau bus tingkat kali ini konsepnya berupa bus wisata dengan paket atau carter.

Pembelian Tiket Calon Penumpang dapat membeli tiket di tempat yang sudah disediakan secara eceran seharga Rp. 20.000,- untuk berkeliling kota Solo pulang pergi pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur. Untuk harga sewa (carter) dengan biaya Rp. 800.000,- per 3 jam dengan biaya overtime Rp. 250.000,- per jam. Penyewa juga dapat meminta bus berhenti di tempat-tempat tertentu selama lokasinya memungkinkan. Pemesanan dilakukan di kator Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta di Jalan Menteri Supeno No. 7 Manahan pada hari dan jam kerja dengan menghubungi Indri 085642005156 atau Sandi 085229790462 Pemesanan dilakukan minimal satu hari sebelum hari pemberangkatan dan wajib menyerahkan tanda jadi minimal 25 persen dari harga sewa.